Selingkuh Dengan Ibu Mertua Hot yang Kesepian

Selingkuh Dengan Ibu Mertua Hot yang Kesepian. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

Selingkuh Dengan Ibu Mertua Hot yang Kesepian

Selingkuh Dengan Ibu Mertua Hot yang Kesepian

Cerita sex ini adalah kisah nyata perselingkuhanku dengan ibu mertua kesepian tanpa sepengetahuan istri dan bapak mertuaku. Kejadian ini berawal ketika keluargaku mengunjungi rumah tempat tinggal mertuaku. ibu mertua ku mempunyai tubuh yang hot seksi dan pahanya yang mulus enak dipandang, membuat siapapun yang memandangnya pasti ingin memperkosanya, penasaran dengan kisahnya ? mari kita simak kelanjutan kisahnya berikut ini.

Bapak mertuaku (pak Tom) kini berusia sekitar 55 tahun baru saja pensiun dari pekerjaannya di salah satu perusahaan di Bandung. Sebetulnya beliau sudah pensiun dari anggota ketika berumur 50 tahun, tetapi karena dianggap masih mampu maka beliau terus dikaryakan. Karena beliau masih ingin terus berkarya, maka beliau memutuskan untuk kembali ke kampungnya didaerah Jawa Timur. selain untuk menghabiskan hari tuanya, juga beliau ingin mengurusi kebun Apelnya yang cukup luas.

Ibu mertuaku bernama Bu Leli, walaupun sudah berumur sekitar 45 tahun, tetapi penampilannya jauh lebih muda dari umurnya. Badannya tidak gemuk seperti biasanya ibu-ibu yang sudah berumur setengah tua, walau tidak cantik tetapi wajah ibu mertuaku ini sangat ayu dan menyenangkan untuk dipandang. Penampilan ibu mertuaku mungkin karena selama di Bandung kehidupannya selalu berkecukupan dan telaten mengikuti senam secara berkala dengan kelompoknya, hingga membuat tubuh montok dan sintalnya tetap terjaga.

Beberapa bulan yang lalu aku mengambil cuti panjang dan mengunjungi rumah mertuaku bersama Istriku (anak tunggal mertuaku) dan anakku yang baru berusia 3 tahun. Kedatangan kami disambut dengan gembira oleh kedua orang mertuaku, apalagi sudah setahun lebih tidak bertemu sejak mertuaku kembali ke kampungnya.

Pertama-tama, aku di peluk oleh Pak Tom bapak mertuaku dan istriku dipeluk serta diciumi oleh ibunya dan setelah itu istriku segera mendatangi ayahnya serta memeluknya. dan kini gantian Bu Leli mendekapku dengan erat sehingga terasa payudaranya mengganjal empuk di dadaku dan tidak terasa penisku menjadi tegang karenanya.

Dalam pelukannya, Bu Leli sempat membisikkan Niko (namaku).., Ibu kangen sekali dgnmu”, sambil menggosok-gosokkan tangannya di punggungku, dan untuk tidak mengecewakannya kubisiki juga, “Buuu…, Saya juga kangen sekali dengan Ibu”, dan aku menjadi sangat kaget ketika ibu mertuaku sambil tetap masih mendekapku membisikiku dengan kata-kata, “Niko…, Ibu merasakan ada yang mengganjal di perut Ibu”, dan karena kaget dengan kata-kata itu, aku menjadi tertegun dan terus saling melepaskan pelukan dan kuperhatikan ibu mertuaku tersenyum penuh arti.

Setelah dua hari berada di rumah mertua, aku dan istriku merasakan ada keanehan dalam rumah tangga mertuaku, terutama pada diri ibu mertuaku. Ibu mertuaku selalu saja marah-marah kepada suaminya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, sedangkan ayah mertuaku menjadi lebih pendiam serta tidak meladeni ibu mertuaku ketika beliau sedang marah-marah dan ayah mertuaku kelihatannya lebih senang menghabiskan waktunya di kebun Apelnya, walaupun di situ hanya duduk-duduk seperti sedang merenung atau melamun.

Istriku sebagai anaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan tingkah laku orang tuanya terutama dengan ibunya, yang sudah sangat jauh berlainan dibanding sewaktu mereka masih berada di Bandung, kami berdua hanya bisa menduga-duga saja dan kemungkinannya beliau itu terkena post power syndrome.

Karena istriku takut untuk menanyakannya kepada kedua orang tuanya, lalu Istriku memintaku untuk mengorek keterangan dari ibunya dan supaya ibunya mau bercerita tentang masalah yang sedang dihadapinya, maka istriku memintaku untuk menanyakannya sewaktu dia tidak sedang di rumah dan sewaktu ayahnya sedang ke kebun Apelnya.

Di pagi hari ke 3 setelah selesai sarapan pagi, istriku sambil membawa anakku, pamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi mengunjungi Budenya di kota Kediri, yang tidak terlalu jauh dari Malang dan kalau bisa akan pulang sore nanti.

“Lho…, Mur (nama istriku), kok Mas mu nggak diajak..?”, tanya ibunya.

“Laah.., nggak usahlah Buuu…, biar Mas Niko nemenin Bapak dan Ibu, wong nggak lama saja kok”, sahut istriku sambil mengedipkan matanya ke arahku dan aku tahu apa maksud kedipan matanya itu, sedangkan ayahnya hanya berpesan pendek supaya hati-hati di jalan karena hanya pergi dengan cucunya saja.

Tidak lama setelah istriku pergi, Pak Tompun pamitan dengan istrinya dan aku pergi ke kebun apelnya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya sambil menambahkan kata-katanya, “Nak Niko…, kalau nanti mau lihat-lihat kebun, susul bapak saja ke sana”.

Sekarang yang di rumah hanya tinggal aku dan ibu mertuaku yang sedang sibuk membersihkan meja makan. Untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan tugas yang diminta oleh istriku, kugunakan untuk membaca koran lokal di ruang tamu.

Entah sudah berapa lama aku membaca koran, yang pasti seluruh halaman sudah kubaca semua dan tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara sesuatu yang jatuh dan diikuti dengan suara mengaduh dari belakang, dengan gerakan reflek aku segera berlari menuju belakang sambil berteriak, “Buuu…, ada apa buuu?”.

Dan dari dalam kamar tidurnya kudengar suara ibu mertuaku seperti merintih, “Nak Niko…, tolooong Ibuuu”, dan ketika kujenguk ternyata ibu mertuaku terduduk di lantai dan sepertinya habis terjatuh dari bangku kecil di dekat lemari pakaian sambil meringis dan mengaduh serta mengurut pangkal pahanya.

Serta merta kuangkat ibu mertuaku ke atas tempat tidurnya yang cukup lebar dan kutidurkan sambil kutanya, “Bagian mana yang sakit Buuu”, dan ibu mertuaku menjawab dengan wajah meringis seperti menahan rasa sakit, “Di sini.., sambil mengurut pangkal paha kanannya dari luar rok yang dipakainya”. Tanpa permisi lalu kubantu mengurut paha ibu mertuaku sambil kembali kutanya, “Buuu…, apa ada bagian lain yang sakit..?

“Nggak ada kok Niko…, cuman di sepanjang paha kanan ini ada rasa sakit sedikit..”, jawabnya.
“Ooh…, iya nak Niko…, tolong ambilkan minyak kayu putih di kamar ibu, biar paha ibu terasa panas dan hilang sakitnya”.

Aku segera mencari minyak yang dimaksud di meja rias dan alangkah kagetku ketika aku kembali dari mengambil minyak kayu putih, kulihat ibu mertuaku telah menyingkap roknya ke atas sehingga kedua pahanya terlihat jelas, putih dan mulus.

Aku tertegun sejenak di dekat tempat tidur karena melihat pemandangan ini dan mungkin karena melihat keragu-raguanku ini dan tertegun dengan mataku tertuju ke arah paha beliau, ibu mertuaku langsung saja berkata,

“Ayooo..lah nak Niko…, nggak usah ragu-ragu, kaki ibu terasa sakit sekali ini lho, lagi pula dengan ibu mertua sendiri saja kok pake sungkan sungkan…, tolong di urutkan paha ibu tapi nggak usah pakai minyak kayu putih itu…, ibu takut nanti malah paha ibu jadi kepanasan.

dgn perasaan penuh keraguan, kuurut pelan-pelan paha kanannya yang terlihat ada tanda agak merah memanjang yang mungkin sewaktu terjatuh tadi terkena bangku yang dinaikinya seraya kutanya, “Bagaimana Buuu…, apa bagian ini yang sakit..?

“Betul Nak Niko…, yaa yang ituuu…, tolong urutkan yang agak keras sedikit dari atas ke bawah”, dan dengan patuh segera saja kuikuti permintaan ibu mertuaku. Setelah beberapa saat kuurut pahanya yang katanya sakit itu dari bawah ke atas, sambil memejamkan matanya, ibu mertuaku berkata kembali,

“Nak Niko…, tolong agak ke atas sedikit ngurutnya”, sambil menarik roknya lebih ke atas sehingga sebagian celana dalamnya yang berwarna merah muda dan tipis itu terlihat jelas dan membuatku menjadi tertegun dan gemetar entah kenapa, apalagi vagina ibu mertuaku itu terlihat mengembung dari luar CD-nya dan ada beberapa helai bulu vaginanya yang keluar dari samping CD-nya.

“Ayoo…,doong…, Nak Niko, kok ngurutnya jadi berhenti”, kata ibu mertuaku sehingga membuatku tersadar.
“Iii…, yaa…, Buuu maaf, tapi…, Buuu”, jawabku agak terbata-bata dan tanpa menyelesaikan perkataanku karena agak ragu.
“aah… kenapa sih Nak Niko..?, kata ibu mertuaku kembali sambil tangan kanannya memegang tangan kiriku serta menggoncangnya pelan.

“Buuu…, Saa…, yaa…, saayaa”, sahutku tanpa sadar dan tidak tahu apa yang harus kukatakan, tetapi yang pasti penisku menjadi semakin tegang karena melihat bagian CD ibu mertuaku yang menggelembung di bagian tengahnya.

“Nak Niko..”, katanya lirih sambil menarik tangan kiriku dan kuikuti saja tarikan tangannya tanpa prasangka yang bukan-bukan, dan setelah tanganku diciumnya serta digeser geserkan di bibirnya, lalu secara tidak kuduga tanganku diletakkan tepat di atas vaginanya yang masih tertutup CD dan tetap dipegangnya sambil dipijat-pijatkannya secara perlahan ke vaginanya diikuti dengan desis suara ibu mertuaku, “ssshh…, ssshh”. Kejadian yang tidak kuduga sama sekali ini begitu mengagetkanku dan secara tidak sadar aku berguman agak keras.

“Buuu…, Saa…yaa”, dan belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, dari mulut ibu mertuaku terdengar, “Nak Niko…, koook seperti anak kecil saja.., siiih?”. Cerita Hot dengan Ibu Mertua

“Buu…, Saa…, yaa…, takuuut kalau nanti bapak datang”, sahutku gemetar karena memang saat itu aku takut benar, sambil mencoba menarik tanganku tetapi tangan ibu mertuaku yang masih tetap memegang tanganku, menahannya dan bahkan semakin menekan tanganku ke vaginanya serta berkata pelan, “Nak Niko…, Bapak pulang untuk makan siang selalu jam 1 siang nanti…, tolong Ibuuu…, naak”,terdengar seperti mengiba.

Sebetulnya siapa sih yang tidak mau kalau sudah seperti ini, aku juga tidak munafik dan pasti para pembaca Situs CeritaSeks15.com pun juga tidak bisa menahan diri kalau dalam situasi seperti ini, tetapi karena ini baru pertama kualami dan apalagi dengan ibu mertuaku sendiri, tentunya perasaan takutpun pasti akan ada.

“Ayooo…lah Nak Niko…, tolongin Ibuuu…, Naak”, kudengar ibu mertuaku mengiba kembali sehingga membuatku tersadar dan tahu-tahu ibu mertuaku telah memelukku.

“Buuu…, biar saya kunci pintunya dulu, yaa..?”, pintaku karena aku was-was kalau nanti ada orang masuk, tetapi ibu mertuaku malah menjawab, “Nggak usah naak…, selama ini nggak pernah ada orang pagi-pagi ke rumah Ibu”, serta terus mencium bibirku dengan bernafsu sampai aku sedikit kewalahan untuk bernafas.

Semakin lama ibu mertuaku semakin tambah agresif saja, sambil tetap menciumiku, tangannya berusaha melepaskan kaos oblong yang kukenakan dan setelah berhasil melepaskan kaosku dengan mudah disertai dengan bunyi nafasnya yang terdengar berat dan cepat,

ibu mertuaku terus mencium wajah serta bibirku dan perlahan-lahan ciumannya bergerak ke arah leher serta kemudian ke arah dadaku. Ciuman demi ciuman ibu mertuaku ini tentu saja membuatku menjadi semakin bernafsu dan ketakutanku yang tadipun sudah tidak teringat lagi.

“Buuu…, boleh saya bukaa…, rok Ibu..? tanyaku minta izin.

“Niko…, bol…, eh…, boleh…, Nak, Nak Niko…, boleh lakukan apa saja..”, katanya dengan suara terputus-putus dan terus kembali menciumi dadaku dengan nafasnya yang cepat dan sekarang malah berusaha melepas kancing celana pendek yang ada di badanku. Setelah rok ibu mertuaku terlepas,

lalu kulepaskan juga kaitan BH-nya dan tersembulah payudaranya yang tidak begitu besar dan sudah agak menggelantung ke bawah dengan puting susunya yang besar kecoklatan. Sambil kuusapkan kedua tanganku ke bagian bawah payudaranya lalu kutanyakan, “Buuu…, boleh saya pegang dan ciumi tetek…, Ibuu..?

“Bool…, eh…, boleh…, sayaang.., lakukan apa saja yang Nak Niko mau.., Ibu sudah lama sekali tidak mendapatkan ini lagi dari bapakmu…, ayoo.., sayaang”, sahut ibu mertuaku dengan suara terbata-bata sambil mengangkat dadanya dan perlahan-lahan kupegang kedua payudara ibu mertuaku dan salah satu puting susunya langsung kujilati dan kuhisap-hisap, serta pelan-pelan kudorong tubuh ibu mertuaku sehingga jatuh tertidur di kasur dan dari mulut ibu mertuaku terdengar,

“ssshh…, aahh.., sayaang…, ooohh…, teruuus…, yaang…, tolong puasiiin Ibuu…, Naak”, dan suara ibu mertuaku yang terdengar menghiba itu menjadikanku semakin terangsang dan aku sudah lupa kalau yang kugeluti ini adalah ibu mertuaku sendiri dan ibu dari istriku.

“Naak Niko”, kudengar suara ibu mertuaku yang sedang meremas-remas rambut di kepalaku serta menciuminya, “Ibuu…, ingin melihat punyamu…, Naak”, seraya tangannya berusaha memegang penisku yang masih tertutup celana pendekku.

“Iyaa…, Buu…, saya buka celana dulu Buuu”, sahutku setelah kuhentikan hisapanku pada payudaranya serta segera saja aku bangkit dan duduk di dekat muka ibu mertuaku. Segera saja ibu mertuaku memegang penisku yang sedang berdiri tegang dari luar celana dan berkomentar,

“Nak Niko…, besar betuuul…, dan keras lagi, ayooo…, dong cepaat.., dibuka celananya…, agar Ibu bisa melihatnya lebih jelas”, katanya seperti sudah tidak sabar lagi, dan tanpa disuruh ibu untuk kedua kalinya, langsung saja kulepas celana pendek yang kukenakan.

Ketika aku membuka CD-ku serta melihat penisku berdiri tegang ke atas, langsung saja ibu mertuaku berteriak kecil, “Aduuuh…, Niko…, besaar sekali”, padahal menurut anggapanku ukuran penisku sepertinya wajar saja menurut ukuran orang Indonesia tapi mungkin saja lebih besar dari punya suaminya dan ibu mertuaku langsung saja memegangnya serta mengocoknya pelan-pelan sehingga tanpa kusadari aku mengeluarkan desahan kecil, “ssshh…, aahh”, sambil kedua tanganku kuusap-usapkan di wajah dan rambutnya.

“Aduuuh…, Buuu…, sakiiit”, teriakku pelan ketika ibu mertuaku berusaha menarik penisku ke arah wajahnya, dan mendengar keluhanku itu segera saja ibu mertuaku melepas tarikannya dan memiringkan badannya serta mengangkat separuh badannya yang ditahan oleh tangan kanannya dan kemudian mendekati penisku.

Setelah mulutnya dekat dengan penisku, langsung saja ibu mertuaku mengeluarkan lidahnya serta menjilati kepala penisku sedangkan tangan kirinya meremas-remas pelan kedua bolaku, sedangkan tangan kiriku kugunakan untuk meremas-remas rambutnya serta sekaligus untuk menahan kepala ibu mertuaku. Tangan kananku kuremas-remaskan pada payudaranya yang tergantung ke samping.

Setelah beberapa kali kepala penisku dijilatinya, pelan-pelan kutarik kepala ibu mertuaku agar bisa lebih dekat lagi ke arah penisku dan rupanya ibu mertuaku cepat mengerti apa yang kumaksud dan walaupun tanpa kata-kata langsung saja kepalanya didekatkan mengikuti tarikan kedua tanganku dan sambil memegangi batang penisku serta dengan hanya membuka mulutnya sedikit,

ibu mertuaku secara pelan-pelan memasukkan penisku yang sudah basah oleh air liurnya sampai setengah batang penisku masuk ke dalam mulutnya. Kurasakan lidah ibu mertuaku dipermainkannya dan digesek-gesekannya pada kepala penisku, setelah itu kepala ibu ditariknya mundur pelan-pelan dan kembali dimajukan sehingga penisku terasa sangat nikmat.

Karena tidak tahan menahan kenikmatan yang di berikan ibu mertuaku, aku jadi mendesis, “ssshh…, aacccrrr…, ooohh”, mengikuti irama maju mundurnya kepala ibu. Makin lama gerakan kepala ibu mertuaku maju mundur semakin cepat dan ini menambah nikmat bagiku.

Beberapa menit kemudian, ibu mertuaku secara tiba-tiba melepaskan penisku dari mulutnya, padahal aku masih ingin hal ini terus berlangsung dan sambil kembali menaruh kepalanya di tempat tidur, dia menarik bahuku untuk mengikutinya. Ibu langsung mencium wajahku dan ketika ciumannya mengarah ke telingaku, kudengar ibu berkata dengan agak berbisik,

“Naak Niko…, Ibu juga kepingin punya ibu dijilati”, dan sambil kunaiki tubuh ibu mertuaku lalu kutanyakan, “Buuu…, apa boleh…, saya lakukan?”, dan segera saja ibu menjawabnya, “Nak Niko…, tolong pegang dan jilati kepunyaan ibu…, naak…, ibu sudah lama kepingin di gituin”.

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, aku menurunkan badanku secara perlahan-lahan dan ketika melewati dadanya kembali kuciumi serta kujilati payudara ibu mertuaku yang sudah tidak terlalu keras lagi, setelah beberapa saat kuciumi payudara ibu, aku segera menurunkan badanku lagi secara perlahan sedangkan ibu mertuaku meremas-remas rambutku, juga terasa seperti berusaha mendorong kepalaku agar cepat-cepat sampai ke bawah.

Kuciumi dan kujilati perut dan pusar ibu sambil salah satu tanganku kugunakan untuk menurunkan CD-nya. Kemudian dengan cekatan ku lepas CD-nya dan kulemparkan ke atas lantai. Kulihat vagina ibu mertuaku begitu lebat ditumbuhi bulu-bulu yang hitam mengitari liang vaginanya.

Mungkin karena terlalu lama aku menjilati perut dan sekitarnya, kembali kurasakan tangan ibu yang ada di kepalaku menekan ke bawah dan kali ini kuikuti dengan menurunkan badanku pelan-pelan ke bawah dan sesampainya di dekat vaginanya, kuciumi daerah di sekitarnya dan apa yang kulakukan ini mungkin menyebabkan ibu tidak sabaran lagi, sehingga kudengar suara ibu mertuaku, “Nak Niko…, tolooong…, cepaat…, saa.., yaang…, ayooo…, Niko”.

Tanpa kujawab permintaannya, aku mulai melebarkan kakinya dan kuletakkan badanku di antara kedua pahanya, lalu kusibak bulu vaginanya yang lebat itu untuk melihat belahan vagina ibu dan setelah bibir vagina ibu terlihat jelas lalu kubuka bibir kemaluannya dengan kedua jari tanganku, ternyata vagina ibu mertuaku telah basah sekali. Ketika ujung lidahku kujilatkan ke dalam vaginanya, kurasakan tubuh ibu menggelinjang agak keras sambil berkata, “Cepaat…, Niko…, ibu sudah nggak tahaan”.

dgn cepat kumasukkan mulut dan lidahku ke dalam vaginanya sambil kujilati dan kusedot-sedot dan ini menyebabkan ibu mulai menaik-turunkan pantatnya serta bersuara, “ssshh…, aahh…, Niko…, teruuus…, adduuuhh…, enaak…, Niko”, Lalu kukecup clitorisnya berulang kali hingga mengeras, hal ini membuat ibu mertuaku menggelinjang hebat, “Aahh…, ooohh…, Niko…, betuuul…, yang itu…, Niko…, enaak…, aduuuh…, Niko…, teruskaan…, aahh”, sambil kedua tangannya menjambak rambutku serta menekan kepalaku lebih dalam masuk ke vaginanya.

Kecupan demi kecupan di vagina ibu ini kuteruskan sehingga gerakan badan ibu mertuaku semakin menggila dan tiba-tiba kudengar suara ibu setengah mengerang, “aahh…, oooh…, duuuh…, Niko…, ibuu…, mau.., mauuu…, sampaiii…, Naak…, oooh”, disertai dengan gerakan pantatnya naik turun secara cepat.

Gerakan badannya terhenti dan yang kudengar adalah nafasnya yang menjadi terengah-engah dengan begitu cepatnya dan tangannyapun sudah tidak meremas-remas rambutku lagi, sementara itu jilatan lidahku di vagina ibu hanya kulakukan sekedarnya di bagian bibirnya saja.

dgn nafasnya yang masih memburu itu, tiba-tiba ibu mertuaku bangun dan duduk serta berusaha menarik kepalaku seraya berkata, “Naak Niko…, ke siniii…, saayaang”, dan tanpa menolak kuikuti saja tarikan tangan ibu, ketika kepalaku sudah di dekat kepalanya, ibu mertuaku langsung saja memelukku seraya berkata dengan suara terputus-putus karena nafasnya yang masih memburu,

“Niko…, Ibu puas dengan apa yang Nak Niko…, lakukan tadi, terima kasiih…, Naak”. Ibu mertuaku bertubi-tubi mencium wajahku dan kubalas juga ciumannya dengan menciumi wajahnya sambil kukatakan untuk menyenangkan hatinya, “Buuu…, saya sayaang Ibuuu…, saya ingin ibu menjadi…, puu..aas”.

Setelah nafas ibu sudah kembali normal dan tetap saja masih menciumi seluruh wajahku dan sesekali bibirku, dia berkata, “Naak Niko…, Ibu masih belum puas sekali…, Niko…, tolooong puasin ibu sampai benar-benar puaas…, Naak”, seraya kurasakan ibu merenggangkan kedua kakinya.

Karena aku masih belum memberikan reaksi atas ucapannya itu, karena tiba-tiba aku terpikir akan istriku dan yang kugeluti ini adalah ibu kandungnya, aku menjadi tersadar ketika ibu bersuara kembali, “Sayaang…, ayooo…, tolooong Ibu dipuasin lagi Niko, tolong masukkan punyamu yang besar itu ke punya ibu”.

“Buuu…, seharusnya saya tidak boleh melakukan ini…, apalagi kepada Ibuu”,sahutku di dekat telinganya.
“Niko…, nggak apa-apa…, Naak…, Ibu yang kepingin, lakukanlah Naak…, lakukan sampai Ibu benar-benar puas Niko”, katanya dengan suara setengah mengiba.

“aahh…, biarlah, kenapa kutolak”, pikirku dan tanpa membuang waktu lagi aku lalu mengambil ancang-ancang dan kupegang penisku serta kuusap-usapkan di belahan bibir vagina ibu mertuaku yang sudah sedikit terbuka. Sambil kucium telinga ibu lalu kubisikkan, “Buuu…, maaf yaa…., saya mau masukkan sekarang, boleh?”.

“Niko…, cepat masukkan, Ibu sudah kepingin sekali Naak”, sahutnya seperti tidak sabar lagi dan tanpa menunggu ibu menyelesaikan kalimatnya aku tusukkan penisku ke dalam vaginanya, mungkin entah tusukan penisku terlalu cepat atau karena ibu katanya sudah lama tidak pernah digauli oleh suaminya langsung saja beliau berteriak kecil,

“Aduuuh…, Niko…, pelan-pelan saayaang…, ibu agak sakit niiih”, katanya dengan wajah yang agak meringis mungkin menahan rasa kesakitan. Kuhentikan tusukan penisku di vaginanya, “Maaf Buu…, saya sudah menyakiti Ibu…, maaf ya Bu”. Ibu mertuaku kembali menciumku,

“Tidak apa-apa Niko…, Ibu cuma sakit sedikit saja kok, coba lagi Niko..”, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungungku. “Buuu…, saya mau masukkan lagi yaa dan tolong Ibu bilang yaa…, kalau ibu merasa sakit”, sahutku. Tanpa menunggu jawaban ibu segera saja kutusukkan kembali penisku tetapi sekarang kulakukan dengan lebih pelan.

Ketika kepala penisku sudah menancap di lubang vaginanya, kulihat ibu sedikit meringis tetapi tidak mengeluarkan keluhan, “Buuu…, sakit.., yaa?”. Ibu hanya menggelengkan kepalanya serta menjawab, “Niko…, masukkan saja sayaang”, sambil kurasakan kedua tangan ibu menekan punggungku.

Aku segera kembali menekan penisku di lubang vaginanya dan sedikit terasa kepala penisku sudah bisa membuka lubang vaginanya, tetapi kembali kulihat wajah ibu meringis menahan sakit. Karena ibu tidak mengeluh maka aku teruskan saja tusukan penisku dan,

“Bleess”, penisku mulai membongkar masuk ke liang vaginanya diikuti dengan teriakan kecil, “Aduuuh…, Niko”, sambil menengkeramkan kedua tangannya di punggungku dan tentu saja gerakan penisku masuk ke dalam vaginanya segera kutahan agar tidak menambah sakit bagi ibu.

“Buuu…, sakit yaa..? maaf ya Buuu”. Ibu mertuaku hanya menggelengkan kepalanya.
“Enggak kok sayaang…, ibu hanya kaget sedikit saja”, lalu mencium wajahku sambil berucap kembali, “Niko…, besar betul punyamu itu”. Cerita Sex degan Ibu Mertua

Pelan-pelan kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku yang terjepit di dalam vaginanya keluar masuk dan ibupun mulai menggoyg-goygkan pantatnya pelan-pelan sambil berdesah, “ssshh…, oooh…, aahh…, sayaang…, nikmat…, teruuuskan…, Naak”, katanya seraya mempercepat goyangan pantatnya. Akupun sudah mulai merasakan enaknya vaginan ibu dan kusahut desahannya, “Buuu…, aahh…, punyaa Ibu juga nikmat, buuu”, sambil kuciumi pipinya.

Makin lama gerakanku dan ibu semakin cepat dan ibupun semakin sering mendesah, “Aah…, Nikor…, ooh…, teruus…, Niko”. Ketika sedang nikmat-enaknya menggerakkan penisku keluar masuk vaginanya, ibu menghentikan goyangan pantatnya. Aku tersentak kaget, “Buuu…, kenapa? apa ibu capeeek?”, Ibu hanya menggelengkan kepalanya saja, sambil mencium leherku ibu berucap, “Niko…, coba hentikan gerakanmu itu sebentar”.

“Ada apa Buuu”, sahutku sambil menghentikan goyangan pantatku naik turun.

“Niko…, kamu diam saja dan coba rasakan ini”, kata ibu tanpa menjelaskan apa maksudnya dan tidak kuduga tiba-tiba terasa penisku seperti tersedot dan terhisap di dalam vagina ibu mertuaku, sehingga tanpa sadar aku mengatakan, “Buuu…, aduuuh…, enaak…, Buu…, teruus Bu, oooh…, nikmat Buu”, dan tanpa sadar, aku kembali menggerakkan penisku keluar masuk dengan cepat dan ibupun mulai kembali menggoyangankan pantatnya.

“oooh…, aah…, Niko…, enaak Niko”, dan nafasnya dan nafaskupun semakin cepat dan tidak terkontrol lagi.

Mengetahui nafas Ibu serta goyangan pantat Ibu sudah tidak terkontrol lagi, aku tidak ingin ibu cepat-cepat mencapai orgasmenya, lalu segera saja kuhentikan gerakan pantatku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya yang menyebabkan ibu mertuaku protes, “Kenapa…, Niko…, kok berhenti?”, tapi protes ibu tidak kutanggapi dan aku segera melepaskan diri dari pelukannya lalu bangun.

Tanpa bertanya, lalu badan ibu mertuaku kumiringkan ke hadapanku dan kaki kirinya kuangkat serta kuletakkan di pundakku, sedangkan ibu mertuaku hanya mengikuti saja apa yang kulakukan itu. dengan posisi seperti ini, segera saja kutusukkan kembali penisku masuk ke dalam vagina ibu mertuaku yang sudah sangat basah itu tanpa kesulitan. Ketika seluruh batang penisku sudak masuk semua ke dalam vaginanya, segera saja kutekan badanku kuat-kuat ke badan ibu sehingga ibu mulai berteriak kecil.

“Niko…, aduuuh…, punyamu masuk dalam sekali…, naak…, aduuuh…, teruuus sayaang…, aah”, dan aku meneruskan gerakan keluar masuk penisku dengan kuat. Setiap kali penisku kutekan dengan kuat ke dalam vagina ibu mertuaku, ibu terus saja berdesah, “Ooohh…, aahh…, Niko…, enaak…, terus, tekan yang kuaat sayaang”.

Aku tidak berlama-lama dengan posisi seperti ini. Kembali kehentikan gerakanku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya. Kulihat ibu hanya diam saja tanpa protes lagi dan lalu kukatakan pada ibu, “Buuu…, coba ibu tengkurap dan nungging”, kataku sambil kubantu membalikkan badan dan mengatur kaki ibu sewaktu nungging, “Aduuh…, Niko…, kamu kok macem-macem sih”, komentar Ibu mertuaku.

Aku tidak menanggapi komentarnya dan tanpa kuberi aba-aba penisku kutusukkan langsung masuk ke dalam vagina ibu serta kutekan kuat-kuat dengan memegang pinggangnya sehingga ibu berteriak, “Aduuuh Niko, oooh”, dan tanpa kupedulikan teriakan ibu, langsung saja kukocok penisku keluar masuk vaginanya dengan cepat dan kuat hingga membuat badan ibu tergetar ketika sodokanku menyentuh tubuhnya dan setiap kali kudengar ibu berteriak,

“oooh…, oooh…, Niko”, dan tidak lama kemudian ibu mengeluh lagi, “Niko…, Ibu capek Naak…, sudaah Niko…, Ibuu capeeek”, dan tanpa kuduga ibu lalu menjatuhkan dirinya tertidur tengkurap dengan nafasnya yang terengah-engah, sehingga mau tak mau penisku jadi keluar dari vaginanya.

Tanpa mempedulikan kata-katanya, segera saja kubalik badan ibu yang jatuh tengkurap. Sekarang sudah tidur telentang lagi, kuangkat kedua kakinya lalu kuletakkan di atas kedua bahuku. Ibu yang kulihat sudah tidak bertenaga itu hanya mengikuti saja apa yang kuperbuat.

Segera saja kumasukkan penisku dengan mudah ke dalam vagina ibu mertuaku yang memang sudah semakin basah itu, kutekan dan kutarik kuat sehingga payudaranya yang memang sudah agak lembek itu terguncang-guncang. Ibu mertuaku nafasnya terdengar sangat cepat, “Niko…, jangaan…, kuat-kuat Naak…, badan ibu sakit semua”, sambil memegang kedua tanganku yang kuletakkan di samping badannya untuk menahan badanku.

Mendengar kata-kata ibu mertuaku, aku menjadi tersadar dan teringat kalau yang ada di hadapanku ini adalah ibu mertuaku sendiri dan segera saja kehentikan gerakan penisku keluar masuk vaginanya serta kuturunkan kedua kaki ibu dari bahuku dan langsung saja kupeluk badan ibu serta kuucapkan,

“Maaf…, Buu…, kalau saya menyakiti Ibu, saya akan mencoba untuk pelan-pelan”, segera saja ibu berucap, “Niko nggak apa-apa Nak, tapi Ibu lebih suka dengan posisi seperti ini saja, ayoo…, Niko mainkan lagi punyamu agar ibu cepat puaas”.

“Iyaa…, Buuu…, saya akan coba lagi”, sahutku sambil kembali kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku keluar masuk vagina ibu dan kali ini aku lakukan dengan hati-hati agar tidak menyakiti badan ibu, dan ibu mertuakupun sekarang sudah mulai menggoygkan pantatnya serta sesekali mempermainkan otot-otot di vaginanya, sehingga kadang-kadang terasa penisku terasa tertahan sewaktu memasuki liang vaginanya.

Ketika salah satu payudara ibu kuhisap-hisap puting susunya yang sudah mengeras itu, ibu mertuaku semakin mempercepat goyangan pinggulnya dan terdengar desahannya yang agak keras diantara nafasnya yang sudah mulai memburu, “ooohh…, aahh…, Niko…, teruuus…, oooh”, seraya meremas-remas rambutku lebih keras. Akupun ikut mempercepat keluar masuknya penisku di dalam vaginanya.

Goyangan pinggul ibu mertuaku pun semakin cepat dan sepertinya sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Disertai nafasnya yang semakin terengah-engah dan kedua tangannya dirangkulkan ke punggungku kuat-kuat, ibu mengatakan dengan terbata-bata, “Nak Niko…, aduuuh…, Ibuuu…, sudaah…, oooh…, mauuu kelluaar”.

Aku sulit bernafas karena punggungku dipeluk dan dicengkeramnya dengan kuat dan kemudian ibu mertuaku menjadi terdiam, hanya nafasnya saja yang kudengar terengah-engah dengan keras dan genjotan penisku keluar masuk vaginanya. Untuk sementara aku hentikan untuk memberikan kesempatan pada ibu menikmati orgasmenya sambil kuciumi wajahnya, “Bagaimana…, Buuu?, mudah-mudahan ibu cukup puas.

Ibu mertuaku tetap masih menutup matanya dan tidak segera menjawab pertanyaanku, yang pasti nafas ibu masih memburu tetapi sudah mulai berkurang dibanding sebelumnya. Karena ibu masih diam, aku menjadi sangat kasihan dan kusambung pertanyaanku tadi di dekat telinganya, Cerita Hot dengan ibu Mertua

“Buu…, saya tahu ibu pasti capek sekali, lebih baik ibu istirahat dulu saja.., yaa?”, seraya aku mulai mengangkat pantatku agar penisku bisa keluar dari vagina ibu yang sudah sangat basah itu. Tetapi baru saja pantatku ingin kuangkat, ternyata ibu mertuaku cepat-cepat mencengkeram pinggulku dengan kedua tangannya dan sambil membuka matanya, memandang ke wajahku,

“Jangaan…, Niko…, jangan dilepas punyamu itu, ibu diam saja karena ingin melepaskan lelah sambil menikmati punyamu yang besar itu mengganjal di tempat ibuuu, jangaan dicabut dulu…, yaa…, sayaang”, terus kembali menutup matanya.

Mendengar permintaan ibu itu, aku tidak jadi mencabut penisku dari dalam vagina ibu dan kembali kujatuhkan badanku pelan-pelan di atas badan ibu yang nafasnya sekarang sudah kelihatan mulai agak teratur, sambil kukatakan, “Tidaak…, Buuu…, saya tidak akan mencabutnya, saya juga masih kepingin terus seperti ini”, sambil kurangkul leher ibu dengan tangan kananku.

Ibu hanya diam saja dengan pernyataanku itu, tetapi tiba-tiba penisku yang sejak tadi kudiamkan di dalam vaginanya terasa seperti dijepit dan tersedot vagina ibu mertuaku, dan tanpa sadar aku mengaduh, “Aduuuh…, oooh…, Buuu”.

“Kenapa…, sayaang…, enaak yaa?”, sahut ibu sambil mencium bibirku dengan lembut dan sambil kucium hidungnya kukatakan, “Buuu…, enaak sekaliii”, dan seperti tadi, sewaktu ibu mertuaku mula-mula menjepit dan menyedot penisku dengan vaginanya, secara tidak sengaja aku mulai menggerakkan lagi penisku keluar masuk vaginanya dan ibu mertuakupun kembali mendesah, “oooh…, aah…, Niko…, teruuus…, naak…, aduuuh…, enaak sekali”.

Semakin lama gerakan pinggul ibu semakin cepat dan kembali kudengar nafasnya semakin lama semakin memburu. Gerakan pinggul ibu kuimbangi dengan mempercepat kocokan penisku keluar masuk vaginanya. Makin lama aku sepertinya sudah tidak kuat untuk menahan agar air maniku tetap tidak keluar,

“Buuu…, sebentar lagi…, sayaa…, sudaah…, mau keluaar”, sambil kupercepat penisku keluar masuk vaginanya dan mungkin karena mendengar aku sudah mendekati klimaks, ibu mertuakupun semakin mempercepat gerakan pinggulnya serta mempererat cengkeraman tangannya di punggungku seraya berkata, “Niko…, teruuuss…, Naak…, Ibuuu…, jugaa…, sudah dekat, ooohh…, ayooo Niko…, semprooot Ibuu dengan airmuu…, sekaraang”.

“Iyaa…, Buuu…, tahaan”, sambil kutekan pantatku kuat-kuat dan kami akhiri teriakan itu dengan berpelukan sangat kuat serta tetap kutekan penisku dalam-dalam ke vagina ibu mertuaku. Dalam klimaksnya terasa vagina ibu memijat penisku dengan kuat dan kami terus terdiam dengan nafas terengah-engah.

Setelah nafas kami berdua agak teratur, lalu kucabut penisku dari dalam vagina ibu dan kujatuhkan badanku serta kutarik kepala ibu mertuaku dan kuletakkan di dadaku.Setelah nafasku mulai teratur kembali dan kuperhatikan nafas ibupun begitu, aku jadi ingat akan tugas yang diberikan oleh istriku.

“Buuu…, apa ini yang menyebabkan ibu selalu marah-marah pada Bapak..?”, tanyaku.
“Mungkin saja Niko…, kenapa Niko?”, Sahutnya sambil tersenyum dan mencium pipiku.
“Buuu…, kalau benar, tolong ibu kurangi marah-marahnya kepada Bapak, kasihan dia”, ibu hanya diam dan seperti berfikir.

Setelah diam sebentar lalu kukatakan, “Buuu…, sudah siang lho, seraya kubangunkan tubuh ibu serta kubimbing ke kamar mandi. Setelah peristiwa ini terjadi, ibu seringkali mengunjungi rumah kami dengan alasan kangen cucu dan anaknya Mur, tetapi kenyataannya ibu mertuaku selalu mengontakku melalui telepon di kantor dan meminta jatahnya di suatu motel, sebelum menuju ke rumahku.

Untungnya sampai sekarang Istriku tidak curiga, hanya saja dia merasa aneh, karena setiap bulannya ibunya selalu mengunjung rumah kami. TAMAT

OBAT PEMBESAR PENIS NO.1 OBAT KLG PILLS ASLI USA 100% BERGARANSI UANG KEMBALI…beliklg.1™

OBAT KLG ASLI PILLS USA KHUSUS MEMPERBESAR ALAT VITAL / PENIS PERMANEN DAN MENINGKATKAN SEKSUALITAS SECARA SEHAT & ALAMI Agen Klg Obat Pembesar Penis Pills Distributor Obat Klg herbal asli Ampuh Cepat Dan Efektif untuk Menambah Ukuran alat Vital Pria SECARA alami. Jual dengan harga grosir Beli Sekarang Hanya Di Authorized Distributor Agen Indonesia. Buruan … Dapatkan Promo nya.!

Dalam melakukan hubungan intim ada pendapat yang menyatakan bahwa seorang pria perkasa adalah mereka yang memiliki penis dengan ukuran yang panjang dan besar. Hal ini tentunya membuat banyak pria rela melakukan berbagai macam cara untuk memperoleh penis dengan ukuran besar tersebut. Salah satu cara yang cukup banyak dilakukan yaitu menggunakan Obat Pembesar Penis Namun dalam penggunaan obat yang satu ini seringkali mereka tidak memperhatikan bentuk kandungan serta khasiat yang dimilikinya. Padahal bagian tersebut sangat penting untuk dicermati, karena berkaitan dengan kondisi kesehatan pria itu sendiri.

Saat ini tersedia berbagai macam jenis obat untuk memperbesar penis, baik itu dalam bentuk krim/ minyak, pil, dan juga lainnya. Namun dalam menentukan jenis obat mana yang seharusnya Anda pilih dan gunakan, sebaiknya And alihat terlebih dahulu dari bagian kandungan yang dimiliki oleh obat tersebut. Jika obat terbuat dari bahan alami, maka penggunaannya pun tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya, baik itu bagi tubuh atau bahkan kesehatan organ vital.

“Perbesar Penis Anda 2-8 Cm & Akhiri Ejakulasi Dini Anda Secara Permanen Di Jamin Berhasil Aman Atau Kami Kembalikan Uang Anda!”

Obat Klg Asli 100% herbal alami terbuat dari bahan tradisional sudah teruji klinis di laboratorium. Dapat memperbesar dan memperpanjang alat vital pria dengan cepat tanpa efek samping dan permanen. Bahan-bahan KLG Pills terdiri dari bahan herbal dari China dan India yang sudah digunakan turun temurun oleh masyarakat disana sebagai ramuan tradisional alami.

OBAT KLG PILLs adalah obat herbal original yang memberikan hasil nyata memperbesar alat vital secara permanen. KLG Pills terbuat dari bahan-bahan alami yang sudah diuji dilaboratorium.

Obat KLG Asli adalah salah satu obat pembesar penis yang sudah terjamin tingkat kualitas yang dimilikinya. Selain terbuat dari bahan herbal alami, ia juga sudah teruji secara klinis dan laboratorium USA, utamanya dalam mengubah ukuran penis menjadi semakin besar dan panjang. Bahkan penis yang menggunakan jenis obat hebal ini dapat memanjangkan ukurannya di mulai dari 20 hingga 21 cm dalam waktu cepat. Meskipun menunjukan hasil yang cepat, namun hal ini bukan berarti bahwa obat tersebut tidak aman untuk dikonsumsi, malah obat ini justru bisa menghasilkan efek permanen bagi para penggunanya, sehingga kepuasan yang Anda dapatkan pun akan jauh lebih maksimal.

Selain memiliki manfaat untuk mengubah ukuran penis menjadi lebih baik, ternyata obat pembesar penis herbal KLG ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Ingin tau apa saja fungsi yang dimiliki olehnya tersebut? Simaklah penjelasannya berikut ini :

  • Mampu memperpanjang serta memperbesar ukuran alat vital dari organ penis Anda.
  • Dapat meningkatkan ketebalan pada oergan vital penis tersebut.
  • Menguatkan ereksi, merubahnya menjadi lebih kencang, serta tahan lama ketika tengah melakukan hubungan seksual.
  • Membuat gairah ransangan yang bertambah cepat, utamanya dalam mengeluarkan hasrat seksual ketika tengah melakukan hubungan intim.
  • Menghindari terjadinya disfungsi ereksi serta membantu intensitas orgasme yang semakin meningkat.
  • Mampu menyembuhkan penyakit obat ejakulasi dini.

JADILAH PRIA IDEAL,KAMI UNGKAP SAMPAI TUNTAS RAHASIANYA…!! CARA TERBARU PALING EFEKTIF DAN ALAMI MEMPERBESAR DAN MEMPERPANJANG UKURAN ALAT VITAL PRIA. Si Kecil MENJADI BESAR KERAS,TAHAN LAMA DAN PANJANG. 100% HERBAL AMAN TANPA EFEK SAMPING

SURVEY MEMBUKTIKAN BAHWA :

  • 8 dari 10 Orang Pria mengalami ejakulasi dini.
  • 67% Wanita tidak puas dengan panjang dan besar alat vital pasangannya.
  • 73% Wanita tidak merasa puas selama berhubungan intim karena stamina daya tahan seksualitas pasangannya.
  • Lebih dari 75% wanita di dunia ini menginginkan pasangan memiliki alat vital pria yang lebih panjang,kuat dan besar dan KLG juaga menjadi solusi sebagai obat kuat pria saat ini.
  • Dalam penelitian ukuran alat vital lebih dari 88,7% pria di dunia berkeinginan menambah ukuran,memperbesar Zakar atau alat vitalnya.

JUAL OBAT PEMBESAR PENIS KLG ASLI PILLS USA YANG SUDAH TERUJI DAN TERBUKTI DI DUNIA INTERNASIONAL DENGAN HASIL YANG SANGAT BAGUS DAN PERMANEN

Para istri tidak sedikit yang memalsukan orgasme agar para suami tidak minder dan merasa senang,meskipun sebenarnya pasangan Anda belum pernah mencapai klimaks selama berhubungan. Semua ini lama kelamaan jika tetap dibiarkan maka ujung-ujungnya adalah perselingkuhan dan perceraian, karena istri atau pasangan Anda tidak pernah mendapatkan hal yang didambakan dari hubungan intim.

Lebih dari 80% PERSELINGKUHAN terjadi akibat ketidak puasan pasangan Anda. Jangan sampaiKEHARMONISAN rumah tangga Anda TERGANGGU disebabkan oleh RASA KECEWA PASANGAN setelah melakukan HUBUNGAN SEKS. JANGAN KORBANKAN RUMAH TANGGA ANDA !!! JANGAN KECEWAKAN ISTRI ANDA MALAM INI ANDA BELUM TERLAMBAT !!!

APA ITU KLG,OBAT KLG AGEN OBA KLG OBAT KLG ASLI OBAT PEMBESAR PENIS PEMBESAR PENIS

OBAT KLG PILLs adalah Obat Pembesar Penis import dari USA berbahan herbal yang mampu menjadikan alat vital Anda besar,panjang,keras dan permanen KLG Terbukti lebih bagus dari VIMAX maupun OBAT HAMMER OF THOR. KLG adalah produk herbal alami tanpa efek samping dan berkhasiat untuk mengatasi masalah pria dewasa SUDAH TERBUKTI DI BELAHAN PENJURU DUNIA. KLG Pills berkhasiat menambah panjang dan besar pada lingkar penis,meningkatkan gairan seksual,membantu mencapai ereksi kuat dan kencang,tahan lama. Diformulasikan dari tumbuh-tumbuhan yang sudah terbukti khasiatnya. Bahan pembuat KLG Pills ditemukan di Polinesia,yang mana penduduk disana suku Mangaian berhubungan seks rata-rata 3 (tiga) kali setiap malam dan setiap hari.

APAKAH KLG AMAN DIKOMSUMSI,OBAT KLG AGEN OBA KLG OBAT KLG ASLI OBAT PEMBESAR PENIS PEMBESAR PENIS

KLG,KLG PILL,KLG ASLI,KLG TABLET,KLG USA,KLG AMERIKA,KLG ORIGINAL,KLG PEMBESAR,KLG OBAT,KLG SUPER,KLG PILLS ASLI,KLG PILLS USA,

OBAT KLG AGEN OBA KLG OBAT KLG ASLI OBAT PEMBESAR PENIS PEMBESAR PENIS

  • Menambah ukuran alat vital pria lebih BESAR dan PANJANG.
  • MENGUATKAN EREKSI sekeras baja..
  • Mengentalkan dan meningkatkan MUTU KWALITAS SPERMA.
  • MENYEMBUHKAN IMPOTENSI & menghidupkan sel syaraf yang sudah tidak berfungsi.
  • Menjadikan KUAT TAHAN LAMA dalam berhubungan SEKSUAL.
  • KLG 100% AMAN TANPA EFEK SAMPING (bisa di stop kapanpun Anda mau).
  • KLG pembesar penis hasil PERMANEN tidak akan kembali seperti semula.
  • Kemampuan MENGENDALIKAN EJAKULASI DINI. Stamina seksual yang membara LAYAKNYA BINTANG PORNO.
  • 100% HERBAL ALAMI aman tanpa efek samping.

TENTANG PENIS :

ALAT PENIS adalah organ eksternal karena berada termasuk di bagian luar tubuh, penis terdiri atas tiga bangunan slinder berisi jaringan spon corpus konvernosa, satu rongga lagi brada di bawah yang berupa jaringan spon corpus spongiosum yang membungkus uretra. ujung penis bisa di sebut dengan glan penis,uretra pada penis di kelilingi erektil dan rongga rongganya yang banyak mengandung pembuluh darah dan ujung ujung syaraf prasa,apabila ada suatu rangasangan rongga-rongga tersebut akan terisi dengan penuh oleh darah sehingga sehingga penis menjadi tegang dan mengembang kencang. ada beberapa persen orang mengalami kelemahan otot penis di usia diatas umur 35thn.

EREKSI SECARA RUTIN DAN NORMAL.

Disarankan untuk bisa ereksi secara rutin, ereksi rutin atau pengerasan penis karena di penuhi darah dengan penuh dapat menyehatkan penis secara normal. Ini di karena otot – otot halus pada penis akan mendapat oksigen yang melimpah dari darah. Selain itu, ereksi secara rutin juga dapat menjaga dan bentuk penis agar tetap normal. dan juga Sebaliknya, jika kurang mengalami ereksi secara rutin, ukuran penis akan bisa berisiko menjadi lebih pendek 1-2 cm. Kondisi ini terjadi di karena jaringan penis menjadi kurang elastis dan terjadi menyusut berkala. banyak juga orang menggunakan perawatan dengan obat penis untuk menjaga kesetabilan alat vital di usia senja.

HATI-HATI DENGAN METODE YANG MEMBAHAYAKAN ALAT VITAL ANDA….!!

 
  • Akhir-akhir ini berbagai informasi tidak akurat tentang PEMBESAR ALAT VITAL bertebaran di internet. Bukan rahasia lagi bahwa banyak diantara informasi tersebut yang tidak membuahkan hasil meski dipraktekan berbulan-bulan.
  • Kalau hanya uang dan waktu Anda yang terbuang oleh informasi tidak bertanggung jawab itu,mungkin tidak terlalu menjadi masalah…. Tapi bagaimana bila masa depan Anda menjadi suram gara-gara cedera penis akibat metode yang sembrono? Anda hanya akan menambah jumlah pasien rumah sakit.
  • PENGOBATAN yang saya berikan didalam website ini sudah mempertimbangkan ASPEK KESEHATAN dan keselamatan sehingga Anda dapat menerapkannya tanpa perlu khawatir.
  • Obat kimia bisa membuat Anda impoten!
  • Ya…demi kebaikan Anda sendiri,saya sarankan jangan pernah mencoba cara-cara yang tidak alami untuk menyelesaikan masalah sex Anda. Metode dengan menggunakan,alat pompa,pemberat dan operasi bukanlah solusi yang riil atas problem Anda!

CATATAN :

Tahapan efek pertamanya yang dirasakan dari setiap konsumen berbeda-beda,ada yang langsung ke pembesaran, ada juga yang ke stamina dulu, ada juga yang ke ereksi dulu. Misal efek pertama yang bapak rasakan ereksi saja, saran saya terus lanjutkan konsumsi KLG Herbal untuk tahap ke pembesaran. Hasil pada setiap orang berbeda tergantung dari kepekaan dan metabolisme masing-masing. Ada orang yang mendapatkan hasil cepat ada juga yang lambat. Namun perubahan dan hasil yang dicapai konsumen KLG adalah positif.

Ciri KLG Asli Dan Palsu Yang Beredar Di Pasar

60 Hari Tanpa Perubahan Saya Kembalikan Uang Anda 100% :

Jika anda telah sampai pada titik 60 hari, anda mungkin masih ragu, apakah obat KLG yang saya tawarkan ini benar-benar tidak sesuai dengan klaim kami. Dan saya benar-benar mengerti bahwa anda tidak mengenal kami sama sekali.

Itu karena saya yakin anda akan senang setelah menggunakan OBAT KLG HERBAL yang saya tawarkan.Silahkan memesan produk ini sekarang dan ikutlah panduan yang kami berikan.

Jika setelah mengikuti panduan kami dan anda tidak merasakan perubahan apa-apa, silahkan anda katakan kepada kami, dan kami akan mengembalikan uang anda 50%. Sama sekali tanpa pertanyaan.

Apa yang saya katakan ini lebih dari jaminan karena itu adalah janji kami sebagai agen KLG INDONESIA.

APAKAH KLG HERBAL HASILNYA PERMANEN Ya…

Anda mengontrol pertumbuhan penis anda dan ketika anda telah mendapatkan ukuran optimal yang anda kehendaki, anda bisa menghentikan penggunaan. Kita mengatakan berhenti mengunakan obat pembesar penis klg pil ketika ukuran telah optimal karena tidak perlu lebih besar dari 9 inci. Kebanyakan wanita hanya bisa nyaman dengan ukuran penis 9 inch. untuk ukuran lebih dari 9 inch mungkin terlalu besar untuk kebanyakan wanita. 9 inches atau lebih dari 9 inch, itu adalah pilihan anda dalam menggunakan OBAT KLG ASLI ORIGINAL.

Dari beberapa fungsi yang sudah disebutkan pada bagian di atas tadi, tentunya Anda dapat melihat bahwa penggunaan obat herbal alami dari Obat KLG Asli yang satu ini mampu membuat Anda lebih percaya diri dengan tampilan dari penis yang dimiliki. Selain itu, kegiatan untuk melakukan hubungan intim pun dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, dan dapat dilakukan setiap harinya dengan intensitas tinggi hingga mencapai 4 kali. Hal ini tentu saja membuat para pria mampu memanjakan pasangannya dengan lebih mudah.

Namun selain masalah fungsi, sebaiknya Anda juga perhatikan beberapa tahapan di bagian bawah ini, jika memang hendak mengkonsumsi obat herbal dari KLG tersebut. Karena tahapan di bawah ini akan memandu Anda untuk melihat hasil yang diperoleh dari penggunaan obat tersebut.

HARGA OBAT KLG PEMBESAR PENIS ASLI USA:

KEMASAN DALAM 1BOX KLG HERBAL : Rp 500.000.- Isi : 1 BOX @ 3 Kotak @ 16 Pill @ 3800 mg ( 48 pill’s)

NB : JUMLAH BONUS BERLAKU AKUMULASI DARI TOTAL ORDER PADA SETIAP KELIPATAN 3BOX . Harga Obat Klg yang kami pasarkan adalah harga asli distributor. harga sudah murah namun tidak murahan, kami tetap menjaga kepercayaan konsumen dengan memberikan klg yang asli dan berkuwalitas, DI JAMIN… 100% Asli.

CARA PEMAKAIAN KLG HERBAL PILLS :

DIMINUM 1PASANG WARNA HIJAU DAN ORANGE PADA SAAT MENJELANG TIDUR MALAM,BAIK DIMINUM DENGAN AIR HANGAT (USAHAKAN MINUM RUTIN DAN TERATUR UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG MAXIMAL SESUAI YANG DIINGINKAN) DIJAMIN DALAM 7HARI AKAN MULAI NAMPAK HASILNYA

KEPUASAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI – SELAMAT BERBELANJA

author

Author: