Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Atasanku Yang Cantik

Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Bergambar – Cerita Karyawan – Cerita panas bercinta dengan hebat dengan atasanku yang baru dengan judul “ Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Atasanku Yang Cantik ” yang hot di jamin seru dan meningkatkan birahi seks, selamat menikmati.

Atasanku Yang Cantik dan Seksi

Atasanku Yang Cantik dan Seksi

Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Atasanku Yang Cantik

Cerita Sex Terkini  – Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.

Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 30 tahun. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Terutama karena sikapnya yang ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.

Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Ia memang menawan karena sepasang bola matanya sewaktu-waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Mungkin karena telah menduduki jabatan yang cukup tinggi dalam usia yang relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yang diinginkannya.

Mbak Lia selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku dapat melihat pinggul yang samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tidak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.

Di dalam ruang kerjanya yang besar, persis di samping meja kerjanya, terdapat seperangkat sofa yang sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku dapat melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya. Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yang indah dan bersih. Terawat. Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mbak Lia..

“Jhony, aku merasa bahwa kau sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.
“Jhony, salahkah dugaanku?”
“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.
“Mengapa?”

Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.

“Saya suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Dan..,” setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.
“Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”
“Persis seperti yang kuduga, kau pasti berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Tia sambil sedikit mendorong kursi rodanya.
“Agar kau tidak penasaran menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”
“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.
“Kompensasinya apa?”
“Sebagai rasa hormat dan tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”
“Bagus, aku suka. Bagian mana yang akan kau cium?”
“Betis yang indah itu!”
“Hanya sebuah ciuman?”
“Seribu kali pun aku bersedia.”

Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Ia berusaha manahan tawanya.

“Dan aku yang menentukan di bagian mana saja yang harus kau cium, OK?”
“Deal, my lady!”
“I like it!” kata Mbak Lia sambil bangkit dari sofa.

Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yang besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan.

“Periksalah, Jhony. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya.
“Kau tidak ingin memeriksanya, Jhony?” tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.

Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Mbak Lia masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.

“Jhony, kau tahu warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, dan berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tia masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.

“Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.
“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Dan dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.

Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalam hati. Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat bulu-bulu ikal yang menyembul dari sisi-sisi celana dalamnya. Segitiga tipis yang hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua bulu yang mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.

“Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.

Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Tia mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus. Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang agak kehitaman. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat bulu-bulu itu meremang.

“Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.
“Suka, Jhony?” Aku mengangguk.
“Tunjukkan bahwa kau suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”

Aku mengangkat kaki Mbak Lia dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar dapat mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar dapat mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya. Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya. Karena ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku menengadah.

“Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.

Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus dan seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi bulu-bulu halus kehitaman. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.

Aku merinding. Karena ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Dan paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa bulu. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Dan ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yang panas dan basah.

Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Karena sangat dekat, walau tersembunyi, dengan jelas dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayang di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam. Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya. Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.
Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.

“Suka Jhony?”
“Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis dan lutut kirinya.

Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, dan meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalam dan semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.

Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk dan meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yang sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah lagi menjuntai ke karpet.

“Suka Jhony?”
“Hmm.. Hmm..!”
“Jawab!”
“Suka sekali!”

Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.

“Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Masuk ke dalam, Jhony,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku terkesima. Mbak Tia merenggut bagian belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Mbak Lia tiba-tiba membuka ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.

“Suka Jhony?”
“Hmm.. Hmm..!”
“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak dapat berpikir waras. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Aku hanya peduli dengan kedua belah paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan bagian belakang kepalaku, aroma semerbak yang akan menerobos hidung dan memenuhi rongga dadaku, kelembutan dan kehangatan dua buah bibir kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yang harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sudah sangat ingin kucucipi.

Di kolong meja, Mbak Lia membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku.

“Hanya lidah, Jhony! OK?”

Aku mengangguk. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Mbak Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

“Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Jhony?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.
“Hm..!”
“Haus?”
“Hm!”
“Jawab, Jhony!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.
“Haus!” jawabku singkat.

Tangan Mbak Lia bergerak melepaskan tali G-string yang terikat di kiri dan kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.

“Jangan diam saja. Jhony!” kata Mbak Lia sambil menekan bagian belakang kepalaku.
“Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya.

Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan di antara dubur dan bagian bawah vaginanya. Karena harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Mbak Lia terpekik. Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengalir dari sumbernya. Aku mendengus. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya adalah nafas kehidupannku.

“Fantastis!” kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.
“Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.
“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.
“Kau pandai memanjakanku, Jhony. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kau memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yang sebagian menutupi bibir kewanitaannya.
“Jilat dan hisap dengan rakus. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yang tersisa! Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”

Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar dan haus untuk mereguk kelembutan dan kehangatan vaginanya. Kerongkonganku terasa panas dan kering. Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Lalu bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap agar semua kebasahan yang melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.

Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Pinggulnya terangkat dan terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Ia merintih setiap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku.

“Ooh, ooh, Jhony! Jhony!” Dan ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap dan permainkan dengan ujung lidahku, Mbak Lia merintih menyebut-nyebut namaku..
“Jhony, nikmat sekali sayang.. Jhony! Ooh.. Jhony!”

Ia menjadi liar. Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.

“Jhony, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”

Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Membenamkan wajahku di vaginanya. Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, mengundang agar masuk lebih dalam. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Kuhisap seluruh vaginanya. Aku tak ingin ada setetes pun yang terbuang. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalam-dalamnya agar dapat langsung menghisap dari bibir vaginanya yang mungil.

“Jhony! Hisap Jhony!”

Aku tak tahu apakah rintihan Mbak Lia dapat terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dengan lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yang langsung ditumpahkan dari vagina Mbak Lia, dari pinggul yang terangkat agar lidahku terhunjam dalam.

“Oh, fantastis,” gumam Mbak Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

Ia menunduk dan mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.

“Aku puas sekali, Jhony,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.
“Jhony.”
“Hm..”
“Tatap mataku, Jhony.” Aku menatap bola matanya.
“Jilat cairan yang tersisa sampai bersih”
“Hm..” jawabku sambil mulai menjilati vaginanya.
“Jangan menunduk, Jhony. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat vaginaku.”

Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.

“Kau memujaku, Jhony?”
“Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.

Mbak Lia tersenyum manja sambil mengusap-usap rambutku. END

PEMBESAR PENIS CEPAT DAN AMAN

MAGNA RX PLUS 2-3 HARI KONSUMSI LANGSUNG TERASA HASILNYA,KAMI BILANG SEPERTI INI KARENA KAMI MEMBUKTIKANYA SENDIRI SEBELUM KAMI JUAL.

MAGNA RX PLUS Spesialis Pembesar Penis Terbaik Paling Ampuh dan Permanen untuk Meningkatkan, Memperbesarkan serta Memanjangkan ukuran Alat Vital Pria ( Penis ) secara aman dan alami dengan kualitas yang sangat luar biasa Efektif, Efisien serta Aman Tanpa Efek Samping. Dengan berdasarkan dari hasil riset pengembangan dan penelitian tentang pertumbuhan alat vital pria selama bertahun-tahun oleh para dokter dan ilmuwan spesialis serta praktisi kesehatan reproduksi pria (Androlog & Urolog) baik yang langsung dari Produsen ataupun dari belahan Dunia Internasional lainnya yang sangat-sangat berkompeten dibidangnya. Kunci Sukses dari Magna RX PEMBESAR PENIS Herbal Alami Asli adalah hasil dari sekian lama pengembangannya, dimana di dalamnya melibatkan beragam bidang ilmu Pengetahuan dan farmasi baik secara Modern ataupun secara Tradisional yang memang sudah terbukti selama ribuan tahun lamanya.

Akhirnya Setelah sekian lama para ilmuwan melakukan berbagai penelitian, pengujian dan percobaan secara berkala dan intensif kepada para sukarelawan yang dimana mereka sangat memperdulikan tentang standar kualitas sexsualitas, baik yang di lakukan secara klinis maupun laboratoris selama beberapa tahun, Akhirnya penelitian mereka menghasilkan sebuah produk yang di namakan Magna RX. Pembesar Penis Magna RX merupakan jaminan bagi kaum Adam untuk bisa mendapatkan kembali kejantanan Anda ketika masih muda yang sejati secara efisien dan aman tanpa efek samping. itu karena kandungan dalam setiap butir Magna RX asli Alami sangat bermutu, bermanfaat, terbuat dari bahan herbal serta berkualitas terbaik yang sanggup Mengakselerasi Pertumbuhan alat vital pria ( Penis ) secara maksimal dan efisien serta aman tanpa efek samping dan dengan hasil yang permanen.

ORDER MANGA VIA WA

Selain berbagai manfaat yang bisa di dapat dan sudah di jelaskan di atas, Magna RX ASLI juga memiliki beberapa manfaat lain. Diantaranya dengan mengkonsumsi secara rutin Magna RX Asli Anda akan mendapatkan kepuasan Seks yang jauh Lebih baik dari sebelumnya, karena pada dasarnya semua pria yang normal sangat mengidamkan memiliki pengalaman seks yang lebih baik dari yang pernah mereka alami sebelumnya, karena hal tersebut merupakan jatidiri sejati seorang pria perkasa. Bahkan terkadang untuk mencapai hal tersebut seorang pria nekat untuk melakukan berbagai cara termasuk di antaranya Mengkonsumsi obat kuat atau menggunakan alat terapi yang membahayakan fungsi organ intim, semua mereka korbankan supaya bisa mendapatkan hasil ereksi penis yang lebih keras dan mampu tahan lama saat berhubungan seks.

Coba saja anda bayangkan, bagaimana rasanya Seandainya Anda dapat memiliki ukuran penis yang jauh lebih besar dan panjang, dengan bentuk yang kekar serta selalu dapat ber-ereksi dengan keras dan tahan lama saat berhubungan badan dab bisa anda kontrol sesuka hati, betapa bangganya Anda bukan ? Jika Anda termasuk pria yang memiliki hasrat ingin memiliki penis gengan ukuran jauh lebih besar serta ereksi yang keras dan tahan lama, maka Magna RX Asli adalah jawaban dan solusi dari semua masalah dan keluhan hidup yang selama ini Anda cari.

Supaya produk Magna RX Asli dapat berfungsi secara maksimal sebagai media Akselerator Pertumbuhan fungsi Alat Vital Pria ( Penis ) dengan baik maka Anda harus mengkonsumsi Magna RX Asli secara rutin dan sesuai dengan anjuran ( Resep ) yang sudah di jabarkan , Pembesar Penis Magna RX Asli sangat diperkaya butrisi yang sangat di butuhkan oleh otot penis karena terbuat dari bahan-bahan Asli 100% Herbal Alami dimana pada dasarnya juga mempunyai khasiat Menambah Kekuatan Seks Pria. Dengan istilah lain, Produk Suplemen Pembesar Penis Magna RX Asli Herbal Alami Bukan Cuma Sekadar Obat Pembesar Herbal, Tetapi Magna RX Asli Pembesar Alami Sudah Terbukti Pula Dapat Berprofesi Optimal Menjadi Obat Kuat !

Bila Ingin Jujur Anda harus akui bahwa anda saat ini kecewa dan tidak puas dengan ukuran penis anda. Namun anda tidak perlu khawatir karena sebentar lagi masalah anda akan dapat terselesaikan. pernahkah anda mendengar banyak orang mengatakan bahwa ukuran penis tidaklah penting namun sebenarnya itu adalah ungkapan menghibur diri sendiri agar seseorang tidak minder lalu merasa putus asa dengan ukuran penis yang di miliki, Namun coba tanyakan kepada istri anda apakah istri anda menginginkan penis anda lebih besar dari milik anda saat ini.

Apabila istri anda menjawab IYA, Maka sudah seharusnya Anda memberikan yang terbaik untuk pendamping hidup anda, Dan saat ini anda di tempat yang sudah benar-benar tepat karena Anda sudah menemukan solusi terbaik yang pernah ditemukan diabad ini. Karena Magna RX telah melakukan survey terbaik terhadap perempuan sebanyak lebih dari 50.000 dan hasilnya persis seperti bayangan anda mereka menginginkan pasanganya memiliki ukuran penis yang lebih baik terutama besar dan panjang serta yahan lama begitu juga pasangan anda.

DENGAN KONSUMSI PEMBESAR PENIS MAGNA RX ASLI SECARA TERATUR ANDA AKAN MENDAPATKAN 4 PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN SEKSUAL ANDA, ANTARA LAIN :

1. Ukuran Penis Menjadi Semakin Besar Dan Panjang Pengguna MAGNA RX ASLI Canada ini akan mengalami peningkatan untuk memuaskan pasangan, karena ukuran penis yang bertambah lebih besar dan panjang dari sebelumnya secara efektif dan aman tanpa efek samping..

2.Lebih Tahan Lama & Ereksi Lebih Keras ( kekar ) Ereksi keras seperti kayu disaat penis sedang berada di puncak ereksi, MAGNA RX ASLI dengan baik membuat aliran darah mengalir ke penis secara maksimal sehingga anda akan selalu mendapatkan sebuah perubahan ereksi yang lebih maksimal dari sebelumnya. Anda juga akan lebih bergairah untuk hubungan intim kareana rangsangan aliran darah di penis bekerja secara maksimal.

3.Hasrat Seksual Makin Tinggi & Stamina Lebih Fit MAGNA RX ASLI ini sangatlah ampuh untuk membantu para pria untuk meningkatkan libido dan frekuensi ereksi, jadi anda lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim, Dengan Anda akan lebih cepat ereksi setelah mencapai orgasme yang pertama, kedua dan selanjutnya.

4.Lebih Bisa Mengontrol Kapan Anda Mau Ejakulasi Memerangi masalah ejakulasi dini Anda, Ketika Anda mendapatkan kontrol yang baik atas ejakulasi Anda, Anda akan merasa lebih bisa menjadi pria perkasa disaat berhungan intim dengan pasangan anda.

REAKSI KERJA MAGNA RX ASLI SECARA BERTAHAP Tahap Pertama : Pada Tahap pertama dapat dilihat pada minggu pertama seperti ereksi lebih kuat dan keras. Untuk sebagian orang yang yang jarang ereksi dipagi hari, maka setelah konsumsi Magna RX Asli Asli rata-rata mengalami perubahan setiap pagi penis sering ereksi ( itu berarti anda sudah normal kembali), Karena bahan MAGNA RX ASLI memiliki kandungan yang berkhasiat utuk merawat dan memperbaiki sistem syaraf dan aliran darah dalam sistem alat vital untuk kembali pada tahap yang terbaik.

Tahap Kedua : Tahapan yang kedua reaksi yang di dapat dari product MAGNA RX ASLI Canada mulai dirasa ada perubahan dari ukuran BESAR DAN PANJANG PENIS. Anda sudah bisa melihat atau membandingkan perbedaan ukuran PENIS anda ketika sebelum dan sesudah mengkonsumsinya obat asli canada ini.

Tahap Ketiga : Untuk tahapan yang terakhir MAGNA RX ASLI Canada ini anda akan dapat merasakan kepuasan tersendiri sebagai pria PERKASA yang memiliki ukuran Penis Yang BESAR, PANJANG, EREKSI KUAT KERAS DAN TAHAN LAMA SECARA BERULANG DALAM SEMALAM.

ORDER MANGA VIA WA

BERIKUT ALASAN KENAPA MAGNA RX ASLI BISA DI PERCAYA DAN MENJADI OBAT PEMBESAR PENIS NO.1 DI DUNIA

Alasan 1 : MAGNA RX ASLI yang dibuat hanya dengan bahan-bahan yang berkualitas, yang bisa mendapatkan hasil terbaik, dengan hanya satu kapsul per hari, tidak seperti produk lain yang menyuruh anda untuk konsumsi dua atau tiga kapsul per hari. Dengan mengkomsi secara rutin Anda tidak memerlukan perangkat lain seperti alat olahraga, perangkat peregangan, atau latihan khusus. Karena Dengan MAGNA RX ASLI anda tidak memerlukan extra kerja keras untuk mendapatkan hasilnya.

Alasan 2 : MAGNA RX ASLI diproduksi dengan Fasilitas yang sudah teruji kualitas dan keakuratannya serta telah Disetujui oleh FDA. Jadi, Anda bisa yakin tentang kualitas MAGNA RX ASLI . MAGNA secara permanen bisa memperbaiki kualitas kehidupan sex anda.

Alasan 3 : Setelah 11 tahun melakukan penelitian baik dari segi ilmu pengetahuan , inovasi dan pengalaman akhirnya MAGNA RX ASLI mampu menggabungkan penelitian mutakhir dengan kombinasi bahan-bahan alami untuk memberikan hasil terbaik tanpa efek samping.

Alasan 4 : MAGNA RX ASLI memiliki tim lebih dari 250 profesional yang terampil dan penuh kasih yang didedikasikan untuk menyediakan tingkat pelayanan tertinggi.

Alasan 5 : Sebelum dipasarkan kepada konsumen, MAGNA RX ASLI telah diuji oleh para ahli kesehatan, dan telah disetujui oleh beberapa dokter, hal ini akan memberikan rasa keamanan bagi Anda dalam konsumsi MAGNA RX ASLI .

Alasan 6 : MAGNA RX ASLI Bekerjasama dengan produsen suplemen makanan, obat-obatan dan pemeliharaan Kesehatan Kanada Pendirian Farmasi Licence (EL). Magna rx juga disertifikasi sebagai Good Manufacturing Practices (GMP). Dari MAGNA RX ASLI ada Jaminan Mutu dan manajer Pengendalian Mutu membantu memastikan produk Magna RX Asli diproduksi secara konsisten dan sesuai dengan peraturan setiap waktu.

Alasan 7 : MAGNA RX original di sini jaminan asli 100%

MAGNA RX PEMBESAR PENIS HERBAL ALAMI ASLI TERBUAT 100% BAHAN NATURAL

MAGNA RX Pembesar Penis Herbal Alami memanfaatkan bahan-bahan 100% Herbal Alami membikin produk MAGNA RX Pembesar Penis Herbal khusus pria ini paling aman dikonsumsi, dan nyaris tanpa efek samping yang merugikan.

APAKAH MAGNA RX MENIMBULKAN EFEK SAMPING ???

Pada dasarnya produk MAGNA RX Pembesar Penis Herbal tidak mendatangkan efek samping apapun, Tetapi yang namanya obat, apa saja jenisnya, sedikit banyak akan berpengaruh pada pemakainya.

Patut ditegaskan, spesial untuk produk MAGNA RX Obat Pembesar Penis Herbal Alami ini, efek samping paling hampir sering timbul disebabkan oleh pemakai yg sudah mempunyai penyakit (Prekondisi) sebelum mempergunakan Obat Pembesar Alami Herbal. Prekondisi tersebut biasanya berupa adanya gangguan oleh Fungsi Ginjal. Oleh sebabnya para penderita gangguan tersebut dilarang mempergunakan produk MAGNA RX Herbal Alami atau Obat Pembesar Herbal Alami manapun !

Tingkatan efek samping MAGNA RX Herbal Alami yang lain dapat dibilang cukup ringan, sebab hanya berupa keluhan ringan, kadang-kadang perut terasa kembung (Mungkin Telat Makan dan Masuk Angin).Efek tersebut kebanyakan muncul dikarenakan tubuh berupaya menyesuaikan diri oleh ritme metabolisme baru yang tengah dibangun oleh MAGNA RX Obat Pembesar Herbal Alami. Pada keadaan normal, keluhan itu akan hilang akan sendirinya setelah beberapa hari pemakaian.

Apabila keluhan ringan justru kian berat, maka hendaknya segera hentikan terlebih dulu pemakaian obatnya, hal ini karena kemungkinan besar di dalam tubuh pemakai sudah ada prekondisi medis yang belum terdeteksi. Bilamana tubuh telah merasa sehat, maka pemakaian produk MAGNA RX Pembesar Herbal Alami boleh dilanjutkan kembali.

Harga : Rp 550, 000, – ISI 60 TABLET, BELI 2 BONUS 1

ORDER MANGA VIA WA

author

Author: